MANUSIA MAKHLUK SOSIAL
Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Manusia membutuhkan kebersamaan dalam kehidupannya. Allah Subhanahu wa Ta’ala menciptakan manusia beraneka ragam dan berbeda-beda tingkat sosialnya. Ada yang kuat, ada yang lemah, ada yang kaya, ada yang miskin, dan seterusnya. Demikian pula Allah Subhanahu wa Ta’ala ciptakan manusia dengan keahlian dan Kepandaian yang berbeda-beda pula.
Manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri. Manusia membutuhkan kebersamaan dalam kehidupannya. Semua itu adalah dalam rangka saling memberi dan saling mengambil manfaat
Hubungan vertikal dan horizontal dalam islam sering disebutkan sebagai hamblumminallah dan hamblumminannas. Jika Hubungan vertikal sering diidentikkan dengan hubungan manusia dengan Allah (hamblumminallah), maka hubungan horizontal di identikan dengan hubungan manusia dengan manusia lainnya (hamblumminannas).
Cara yang paling utama untuk membina hablumminallah adalah jangan sampai kita berbuat syirik kepadaNya, baik syirik akbar (syirik besar) maupun syirik ashgar (syirik kecil) atau syirik khafiy (syirik tersembunyi). Syirik akbar adalah menyekutukan Allah, bahkan meminta bantuan kepada jin ataupun syetan termasuk syirik akbar. Sedangkan syirik ashgar atau syirik khafiy adalah beribadah yang bukan diniatkan semata-mata karena Allah Ta'ala, tetapi hanya mengharapkan pujian manusia terhadap ibadah yang dilakukannya. Kecuali jika ibadahnya itu dilakukan dengan niat untuk memotivasi orang lain, dalam rangka Dakwah dan Syi'ar Islam, agar orang lain mau beribadah pula, maka itu sama sekali bukan termasuk syirik ashgar, malah hal itu termasuk yang dianjurkan.
Kemudian menjalankan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-larangaNya. Sebagai insan biasa, tentu dalam perjalannya akan menemui kendala dan rintangan dalam menjalankan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-laranganNya. Sebagai solusinya, Allah memerintahkan kita untuk bertaqwa kepadaNya sebisa yang kita mampu.
Setelah itu jangan lupa berdo'a. Betapa angkuhnya kita sebagai manusia jika kita tidak pernah berdo'a kepada Allah. Mengapa kita harus berdo'a? Sebab do'a adalah otaknya ibadah dan salah satu bentuk ibadah kita kepada Allah Ta'ala. Do'a menjadi bukti benarnya iman dan pengenalan seseorang pada Allah Ta'ala. Do'a kita kepada Allah Ta'ala menunjukkan bahwa kita meyakini bahwa Allah itu ada dan Allah Maha Mencukupi, Maha Melihat, Maha Mendengar, Maha Mulia, Maha Pengasih, Maha Penyayang, dan Maha Mampu.
Shalawat kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam juga merupakan bagian Dari hablumminallah.Allah dan para malaikatNya bershalawat kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, maka tak ada lagi alasan bagi kita untuk tidak bershalawat kepada Nabi. Betapa pelitnya kita sebagai ummat Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, jika kita tidak bershalawat kepada beliau manakala disebut nama beliau. Siapa pun pasti mengakui bahwa beliau adalah kekasih Allah Ta'ala, dan kita sebagai ummatnya sangat mencintai beliau.
Akhlak yang baik terhadap sesama manusia menjadi wujud dari hablumminannas. Yang pertama harus dijaga dalam akhlak adalah hubungan kita kepada orang tua kita. Kuncinya, keridhoaan Allah ada pada keridhaan orang tua, dan kemurkaan Allah ada pada kemurkaan orang tua. Saat kita tidak mengasihi orang tua kita, maka Allah pun akan enggan mengasihi kita.
Bergaul dengan sesama manusia secara baik adalah satu rangkaian dengan taqwa serta menghapus keburukan dengan kebaikan. Rangkaiannya yang benar adalah taqwa -- menghapus keburukan dengan kebaikan -- bergaul dengan sesama manusia secara baik. Bila ada salah satu yang hilang atau pun dihilangkan, berarti ada mata rantai yang hilang.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
DAFTAR PUSTAKA
http://punyahari.blogspot.com/2010/02/manusia-sebagai-makhluk-sosial-hadits.html
https://jamilbaharun.blogspot.com/2016/12/hubungan-vertikal-dan-hubungan.html
Komentar
Posting Komentar