Ainaya Fathul Zannah - Sejarah Seni, Seni Kriya, dan Desain – Latihan 4
Sejarah Seni, Seni Kriya, dan
Desain
I. Sejarah Seni
Sejarah seni merupakan sebuah studi untuk mempelajari perkembangan
seni dan konteks gayanya. Termasuk diantaranya genre, desain, format dan gaya
seni. Hal ini termasuk diantaranya mempelajari seni dalam aliran yang utama
seperti lukisan, patung, dan arsitektur. Beberapa seni dalam aliran yang lebih
kecil seperti seni keramik, furnitur, dan seni dekorasi lainnya juga dipelajari
dalam sejarah seni.
Sejarah seni mencakup beberapa metode untuk mempelajari seni rupa;
yang secara umum berarti mempelajari penggunaan seni dan arsitektur. Aspek dari
disiplin ilmu ini sering kali daling tumpang tindih antara satu dan lainnya.
Seorang Sejarawan seni Ernst Gombrich pernah berkata, "cabang ilmu sejarah
seni sangat mirip dengan Galia yang dibagi menjadi tiga pada masa Julius Caesar,
yang setiap daerahnya dihuni oleh tiga suku yang berbeda: (i) connoisseurs
(orang yang memiliki pemahaman mendalam tentang sejarah seni), (ii) kritikus
seni, dan (iii) sejarawan seni dari kalangan akademiss".
Sebagai sebuah disiplin ilmu, sejarah seni berbeda dengan kritik
seni, yang lebih mementingkan hubungan antara nilai artistik dari suatu karya
individu dengan gaya lainnya, atau mendukung gaya atau gerakan tersebut; dan
teori seni yang lebih memfokuskan terhadap sifat dasar seni. Salah satu cabang
dari ilmu ini adalah estetika, yang termasuk diantaranya menyelidiki teka-teki
kesempurnaan seni dan mencoba menentukan inti dari kecantikan. Secara teknis,
sejarah seni tidak membahas hal tersebut, karena sejarawan seni lebih
menggunakan metode sejarah untuk menjawab pertanyaan seperti: Bagaimana cara
seniman menciptakan karya mereka?, Siapa penyandang dana mereka?, Siapa guru
mereka?, Siapa penontonnya?, Siapa murid mereka?, Kejadian sejarah apa yang
mempengaruhi karya seni mereka?, dan bagaimana hubungan para seniman dengan
karya mereka?. Banyak pertanyaan seperti ini dipertanyakan apakah dapat dijawab
dengan memuaskan tanpa memikirkan pertanyaan mendasar mengenai sifat asli seni
itu sendiri. Sayangnya jurang perbedaan antara sejarah seni dan filosofi seni
(estetika) menghalangi tercapainya kepuasan tersebut.
Macam-Macam Seni :
1. Seni Rupa
Seni rupa merupakan salah satu bagian dari cabang
kesenian. Seni rupa memiliki wujud pasti dan tetap yakni dengan menggunakan
elemen rupa sebagai salah satu wujud yang dikelompokkan ke dalam bentuk
multimedia, gambar, lukis, patung, kerajinan tangan, kriya dan grafis.
2. Seni Musik
Unsur suara merupakan elemen utama dari seni musik. Unsur
lain dapat berbentuk harmoni, melodi dan notasi musik yang merupakan wujud
sarana yang diajarkan di sekolah. Media yang digunakan dalam seni musik adalah
vokal dan instrumen. Karakter musik instrumen bisa berbentuk alat musik yang
berasal dari Barat dan alat musik Nusantara/tradisional. Jenis alat musik
tradisional antara lain adalah seruling, gambang kromong, gamelan, angklung,
rebana, kecapi, kolintang dan arumba. Jenis alat musik dari Barat antara adalah
piano, gitar, flute, drum, musik elektronik, sintetiserr, seksopon, dan
terompet.
3. Seni Teater
Kompetensi dasar dalam bidang seni teater mencakup
kemampuan dalam memahami dan membuat karya teater, kemampuan memahami dan
membuat karya naskah, kemampuan memahami bermain peran di bidang casting,
kemampuan memahami dalam membuat setting atau tata teknik pentas panggung dan
menciptakan suasana sebagai perangkat tambahan yang diperlukan dalam membidangi
seni teater.
4. Seni Tari
Seni tari ialah suatu hasil ciptaan manusia yang
menggunakan suatu gerak tubuh sebagai suatu keindahan. Gerak dalam tari
mempunyai fungsi sebagai media mengkomunikasikan maksud-maksud tertentu dari
koreogragfer. Keindahan tari ini terletak pada kebahagian, kepuasaan, baik itu
dari koreografer, peraga dan penikmat atau penonton. Seni tari terbagi menjadi
tari tradisional dan tari garapan.
5. Seni Sastra
Seni sastra ialah suatu hasil daya kreasi manusia yang
dinikmat segi visual dan dari makna yang dipunyai nya. Seni sastra menggambarkan
suatu keindahan dalam bentuk kata-kata, baik itu dituliskan ataupun
disuarakan.Contohnya seni sastra yaitu puisi, tulisan, dan kaligrafi.
II. Sejarah
Seni Kriya
Seni Kriya telah ditemukan sejak zaman
prasejarah. Hal ini dibuktikan dari adanya penemuan benda-benda yang berasal
dari zaman Neolithikum atau zaman batu muda yang berbentuk laiknya benda-benda
seni Kriya terkini.
Pada zaman prasejarah, benda-benda ini dibuat
dari ragam bahan seperti tanah liat, batu, serta logam dengan aneka fungsi dan manfaat.
Beberapa fungsi dari benda-benda tersebut adalah sebagai alat untuk berburu,
wadah, dan juga perangkat untuk bertani.
Jenis-jenis Seni Kriya :
1.
Seni
Kriya Kayu
Seni
kriya kayu ialah salah satu jenis seni kriya yang pembuatannya senantiasa
memadukan nilai estetika dengan nilai fungsinya serta memakai materi bahan dari
kayu. Seni kriya kayu sanggup dibagi lagi menjadi dua bentuk yaitu seni kriya
kayu bertaraf profesional maupun dasar. Contoh seni kriya kayu : topeng, wayang
golek, patung, dan seni gesekan lainnya.
2.
Seni
Kriya Tekstil
Seni
kriya tekstil ialah jenis seni kriya yang berasal dari materi kain. Kata
tekstil mempunyai pengertian yang cukup luas. Namun biasanya kain yang
digunakan berasal dari serat yang dipintal semoga menjadi benang. Kemudian
benang tadi akan ditenun menjadi sebuah benda yang diinginkan. Contoh seni
kriya tekstil yaitu seni kriya batik dan seni kriya tenun.
3.
Seni
Kriya Keramik
Seni
kriya keramik ialah karya seni yang memakai materi dari tanah liat. Untuk
menciptakan seni kriya keramik memakai teknik cetak ruang, slab, pilin dan
putar. Adapula wilayah penghasil seni keramik ini menyerupai Jepara, Malang,
Bandung, Yogyakarta, Banjarnegara dan sebagainya. Contoh seni kriya keramik :
guci dan lain lain.
4.
Seni
Kriya Logam
Seni
kriya logam ialah jenis seni yang pembuatannya memakai materi dasar logam.
Untuk teknik pembuatannya sanggup memakai dua cara yaitu teknik bivalve dan
teknik cetak lilin. Contoh seni kriya logam : tembaga, perunggu, perak dan
sebagainya.
5.
Seni
Kriya Kulit
Seni kriya kulit ialah jenis seni yang memakai materi dasar kulit. Untuk jenis kulit yang biasanya digunakan ialah kulit kerbau, sapi, buaya dan lain lain. Bahan dasar kulit ini melewati beberapa proses pengolahan menyerupai pemisahan kulit dengan dagingnya. Kemudian tahap mencuci kulit dengan cairan tertentu. Selanjutnya tahap pencucian dan tahap perendaman hingga tahap final yaitu finishing. Contoh seni kriya kulit : ikat pinggang, jaket, wayang kulit, dompet dan sebagainya.
6.
Seni
Kriya Batu
Seni
kriya kerikil ialah jenis seni kriya yang memakai materi dasar batu.
Pembuatannya melalui beberapa proses hingga kesannya mempunyai bentuk yang
indah dan mempunyai nilai jual tinggi. Contoh seni kriya kerikil : fosil,
kerikil akik, kerikil permata dan sebagainya.
III. Sejarah
Seni Desain
Kata desain memiliki pengertian yang sangat luas. Herbert Simon mengatakan bahwa design is the transformation of existing conditions into preferred ones yang artinya desain adalah sebuah proses transformasi dari kondisi yang dialami sekarang menjadi kondisi yang diinginkan. Sejak jaman prasejarah manusia sudah melakukan kegiatan desain atau mendesain. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya penemuan barang-barang purba seperti kapak batu, peralatan memasak dan berburu yang menunjukkan bahwa manusia jaman purba sudah mengenal kegiatan mendesain, mengubah barang yang ada (batu) menjadi barang yang berguna (kapak batu).
Desain kemudian semakin terus berkembang setelah abad pencerahan (Renaisance) dan Revolusi Industri dengan ditemukannya teknologi-teknologi baru. Di era Revolusi Industri, manusia telah menemukan mesin cetak huruf yang kemudian desain mulai menemukan media baru. Berbagai macam jenis dan gaya mulai bermunculan seiring dengan penemuan-penemuan teknologi. Ditemukannya mesin litografi oleh Alois Senefelder membuat desainer bisa mendapatkan gambar-gambar cetak seperti saat ini. Tumbuhnya sistem ekonomi kapitalis pada masa revolusi Industri membuat desain berkembang keranah industrialisasi. Di Indonesia perkembangan desain diawali dengan terbentuknya Design Center oleh Fakultas Perencanaan dan Sipil ITB tahun 1968 yang pada waktu itu diperkenalkan dalam Expo 70 di Osaka Jepang.
Pengertian
Desain
Desain adalah suatu perencanaan atau
perancangan yang dilakukan sebelum pembuatan suatu objek, sistem, komponen,
atau struktur.
Pendapat lain mengatakan arti desain adalah proses perencanaan atau perancangan suatu objek yang bertujuan agar objek yang diciptakan memiliki fungsi, memiliki nilai keindahan, dan berguna bagi manusia.
Pengertian Desain Menurut Para Ahli
1. Dudy Wiyancoko
Menurut Dudy Wiyancoko, pengertian desain adalah segala hal yang berkaitan dengan pembuatan konsep, analisis data, project planning, drawing/ rendering, cost calculation, prototyping, frame testing, dan test riding.
2. Soekarno dan Lanawati Basuki
Menurut Soekarno dan Lanawati Basuki, pengertian desain adalah suatu pola rancangan yang menjadi dasar pembuatan suatu benda, misalnya busana.
3. Coirul Amin
Menurut Coirul Amin, arti desain adalah suatu kerangka bentuk, rancangan, motif, pola, dan corak, yang diimplementasikan terhadap suatu objek.
4.J. B. Reswick
Menurut J. B. Reswick, pengertian desain adalah aktivitas kreatif yang didalamnya terkandung penciptaan sesuatu yang baru dan bermanfaat yang sebelumnya tidak ada.
Fungsi Desain
Adapun fungsi dari desain adalah sebagai berikut:
1. Sebuah proses untuk membuat atau menciptakan obyek baru.
2. Sebuah alat untuk mengkomunikasikan suatu karya cipta baru seorang desainer kepada masyarakat umum.
3. Sebuah wadah untuk menampilkan objek-objek kepada masyarakat dengan suatu gambaran ataupun nyata.
4. Sebuah ilmu pengetahuan dan wawasan kepada manusia, supaya bisa mengerti bentuk dalam bentuk penggambaran bidang, ruang, susunan, konfigurasi, komposisi, nilai dan sebagainya.
Tujuan Desain
Seperti yang dijelaskan sebelumnya, tujuan
utama sebuah desain adalah untuk membantu manusia merancang suatu objek agar
bermanfaat bagi manusia. Adapun beberapa tujuan desain adalah sebagai berikut:
1.
Untuk
menciptakan suatu objek, sistem, komponen, atau struktur yang bermanfaat bagi
manusia.
2.
Untuk
menciptakan sesuatu yang dapat meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan
kualitas hidup manusia.
3. Desain
yang dipadukan dengan unsur seni dan teknologi bertujuan untuk menciptakan
keamanan, kenyamanan, dan keindahan.
4.
Agar
manusia mengetahui apa saja kemampuan dan keterbatasan di dalam dirinya dan
hal-hal di sekitarnya.
Metode Desain
Metode desain yaitu
sebuah cara yang dilakukan oleh desainer untuk menghasilkan sebuah karya
desain. Beberapa metode yang sering digunakan diantaranya:
· Explosing: Adalah mencari inspirasi dengan
berpikir dengan kritis untuk mendapatkan sebuah desain yang belum pernah
dibuat.
·
Redefining: Adalah mengolah kembali sebuah
desain supaya menjadi bentuk yang lebih baik dan berbeda
·
Managing: Adalah menciptakan desain dengan
berkelanjutan dan terus menerus
·
Phototyping: Adalah memperbaiki dan atau
memodifikasi desain warisan nenek moyang
·
Trendspotting: Adalah membuat sebuah
desain menurut tren yang sedang berkembang
Jenis-Jenis
Desain
Secara
garis besar, desain dapat dibedakan menjadi dua jenis. Mengacu pada pengertian
desain di atas, berikut ini adalah jenis desain tersebut:
1.
Desain Struktur
Desain
struktur adalah suatu desain yang menggambarkan wujud suatu benda atau objek
yang terdiri dari beberapa unsur desain. Beberapa unsur desain tersebut
diantaranya;
·
Susunan dari garis
·
Bentuk
·
Ukuran
·
Warna
·
Tekstur
·
Value (nilai gelap terangnya)
2.
Desain Hiasan
Desain
hiasan adalah suatu desain yang dirancang khusus untuk memberikan hiasan terhadap
desain struktur suatu objek. Adapun tujuan desain hiasan adalah untuk menambah
keindahan dan mutu dari desain struktur objek tersebut.
Prinsip-Prinsip
Desain
Pada
proses desain terdapat beberapa prinsip dasar yang harus diperhatikan oleh sang
desainer. Adapun prinsip-prinsip desain adalah sebagai berikut:
·
Keseimbangan
·
Kesatuan
·
Perbandingan
·
Urutan
·
Irama
·
Skala
·
Fokus
Komentar
Posting Komentar