MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK ALLAH

Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Disini saya akan menjelaskan tentang manusia sebagai makhluk Allah,setelah Allah SWT menciptakan bumi, langit, dan malaikat, Allah berkehendak untuk menciptakan makhluk lain yang nantinya akan dipercaya menghuni, mengisi, serta memelihara bumi tempat tinggalnya. Saat Allah mengabari para malaikat akan kehendak-Nya untuk menciptakan manusia, mereka khawatir makhluk tersebut nantinya akan membangkang terhadap ketentuan-Nya dan melakukan kerusakan di muka bumi. Berkatalah para malaikat kepada Allah:
"Mengapa engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" (Q.S. Al-Baqarah [2]:30)

Lalu diciptakanlah Adam oleh Allah dari segumpal tanah. Setelah disempurnakan bentuknya, maka ditiupkanlah roh ke dalamnya sehingga ia dapat bergerak dan menjadi manusia yang sempurna. Awalnya Nabi Adam a.s. ditempatkan di surga, tetapi terkena tipu daya iblis kemudian diturunkan ke bumi bersama istrinya karena mengingkari ketentuan Allah.
Adam diturunkan dibumi bukan karena mengingkari ketentuan, melainkan dari sejak akan diciptakan, Allah sudah menunjuk Adam sebagai khalifah di muka bumi. jadi meskipun tidak melanggar ketentuan (Allah) adam akan tetap diturunkan kebumi sebagai khalifah pertama.Adam merupakan nabi dan juga manusia pertama yang bergelar khalifah Allah yang dimuliakan dan ditinggikan derajatnya. Ia diutus untuk memperingatkan anak cucunya agar menyembah Allah. Di antara sekian banyak anak cucunya, ada yang taat dan ada pula yang membangkang.

"Turunlah kamu! Sebahagiaan kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan." (Q.S. Al-Baqarah [2]:36)
Mendengar firman Allah tersebut, sadarlah Adam dan Hawa bahwa mereka telah terbujuk oleh rayuan setan sehingga mendapat dosa besar karenanya. Setelah taubat mereka diterima, Allah berfirman:
"Turunlah kamu dari syurga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati."

Jin dan manusia dikasih kesempatan berubah mau kafir atau tidak. Jin dan manusia mengaku muslim(mempunyai pilihan).Fujur dan taqwa selalu 2 hal yang bergandengan menyebabkan manusia bisa berubah cenderung pada iblis ditetapkan oleh allah,manusia punya potensi tapi sesuatu yang membahayakan contoh : bisa saja suatu hari keluar muslim. Semua ketetapan disebut hukum alam yang benar. Hampir semua ada di al-qur’an kesulitan sebanding dengan kemampuannya jangan sedih jika kita diuji. Allah tidak akan memberikan beban yang sangat berat.
“Layukallifullahu nafsan illa wus’aha …”
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya …”(Al-Baqarah: 286)

Demikian hanya itu yang bisa saya jelaskan mengenai tentang manusia sebagai makhluk Allah.Mohon maaf bila salah kata saya ucapkan terima kasih.
Wassalamualaikum Wr. Wb.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TUGAS LATIHAN 2 INFOGRAFIS

PENGELOMPOKKAN SENI RUPA

Ainaya Fathul Zannah - Sejarah Seni, Seni Kriya, dan Desain – Latihan 4